Stres Bisa Mempercepat Tumbuhnya Uban??

Meskipun sedikit stress kadang bisa baik bagi anda, namun stres yang meluap-luap bisa dikaitkan dengan serangkaian kondisi kesehatan yang berbahaya, termasuk penyakit jantung, sakit kepala, masalah perut, gangguan tidur dan mempengaruhi system kekebalan tubuh. Stress juga bisa mempengaruhi penampilan kita, dapat menyebabkan jerawat dan memicu kondisi seperti effluvium telogen atau alopesia areata, yang keduanya menyebabkan rambut rontok.

Tapi apakah stress merupakan penyebab pengubanan dini atau beruban lebih cepat?

Penonton terkejut saat Marie Antoinette muncul dengan rambut abu-abu pada saat ia akan dihukum di bawah guillotine, hal ini membuat orang percaya bahwa rambutnya berubah dalam semalam karena ia stress akan perubahan nasibnya. Tetapi benarkan rambutnya beruban karena stress?

Uban biasanya mulai muncul antara usia 30 dan 35, tetapi tingkat pengubanan tiap orang berbeda, tergantung faktor-faktor seperti ras (orang kulit putih cenderung lebih cepat beruban daripada orang Asia atau kulit hitam). Stres memang dipercaya menjadi penyebab rambut rontok, padahal mungkin kerontokan itu menjadikan rambut kehilangan beberapa pigmennya sehingga rambut yang beruban makin terlihat.

Kepala kita berisi ratusan ribu folikel, dan masing-masing folikel bertugas memproduksi satu rambut. Sel yang dikenal sebagai keratinosit membangun keratin yang kemudian menjadi bahan dasar rambut (kulit dan kuku juga terdiri dari keratin). Sebelum muncul dari folikel rambut, sel-sel lainnya yang dikenal sebagai melanosit menyuntikkan pigmen yang disebut melanin ke keratin tersebut. Nah, ketika rambut kita berubah abu-abu, itu karena rendahnya jumlah melanin, dan ketika rambut benar-benar putih, rambut sama sekali tidak memiliki melanin.

Tapi kenapa kita bisa berhenti memproduksi sel-sel melanin? Dan apakah kita harus tetap di rumah setiap saat, bebas dari segala bentuk stres, untuk mencegah proses terjadi lebih cepat?

Penyebab Terjadinya Uban

Meskipun orang-orang memiliki warna rambut yang berbeda-beda, namun hanya ada dua jenis melanin atau pigmen yang mereka miliki. Eumalin adalah pigmen coklat atau hitam gelap, sementara pheolmalin berwarna kuning kemerahan. Pada setiap rambut, kandungan Eumalin dan Pheomalin berbeda-beda dan itulah penyebab orang memiliki warna rambut yang berbeda.

Tidak ada hubungan langsung antara stres dan uban. Sebaliknya, jika Anda ingin mengetahui kapan anda akan beruban, bisa dipastikan bahwa uban anda kan datang di umur yang tidak jauh dengan umur saat orang tua anda beruban. Itulah gen, yang memiliki kekuasaan penuh atas setiap folikel rambut.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah melakukan penelitian lebih mendalam untuk mengetahui apa yang terjadi dengan gen dan sel-sel saat rambut kita beruban. Bukan untuk memecahkan misteri, melainkan karena rambut kita akan mengungkapkan informasi penting yang berguna dalam merawat kondisi tubuh lainnya dalam hubungan dengan masalah penuaan.

Pada tahun 2004, peneliti dari Dana-Farber Cancer Institute di Boston mempelajari melanoma, yang melibatkan produksi berlebih dari melanosit di kulit, yang dapat menyebabkan kanker kulit. Ketika mencoba untuk mempelajari lebih lanjut tentang sifat melanosit, para peneliti menemukan bahwa rambut bisa menjadi abu-abu atau uban saat  pasokan sel-sel induk melanosit habis. Bahkan sebelum sel-sel induk benar-benar hilang,  melanosit bahkan mulai membuat kesalahan, seperti menyimpan pigmen di tempat yang salah dalam folikel, sehingga pigmen tersebut tidak mempengaruhi warna rambut dan rambut jadi abu-abu atau bahkan putih yang disebut uban.  Tugas berikutnya bagi para peneliti adalah mencari tahu mengapa jumlah sel-sel induk melanosit mengalami penurunan ketika zat itu sampai di rambut  yang sedang berkembang biak dan juga pada tumor.

Hasil studi negara Jepang pada tahun 2009 menunjukkan bahwa sebenarnya stres itu menyebabkan rambut beruban, tapi bukan tipe stres seperti pengemudi remaja yang sedang mabuk atau orang yang akan menghadapi interview sebuah pekerjaan. Sebaliknya, para peneliti menemukan bahwa stres genotoksik, dalam bentuk sinar ultraviolet dan bahan kimia bisa merusak DNA kita dan dapat menyebabkan menipisnya sel-sel batang melanosit.

Satu teori terakhir tentang terjadinya uban yang tidak berhubungan dengan  sel-sel induk. Pada tahun 2009, peneliti Eropa menyatakan bahwa rambutberuban karena jumlah peroksida hidrogen dalam rambut kita bertambah dari waktu ke waktu. Langkah mereka berikutnya adalah mencari tahu apakah stres dapat meningkatkan kadar hidrogen peroksida ini, dan bagaimana juga jadinya jika stres juga disebabkan oleh bahan kimia. Bahkan jika ada hubungan antara peningkatan hidrogen peroksida dan stres, peneliti mengingatkan bahwa semuanya berasal dari gen orang tua kita jika rambut sudah beruban, mungkin tidak ada cara lain untuk menghindarinya karena itu sudah takdir genetik kita.

Incoming search terms for the article:

  • stres
  • stress
  • stress dan uban
  • rambut beruban
  • stres mempengaruhi rambut
  • obat penghilang rambut putih dengan cepat
  • stres dapat memicu tumbuh uban
  • hubungan penyakit dengan uban
  • penyebab tumbuhnya uban
  • penyebab adanya uban

Related posts:

  1. Menghilangkan Stres dengan Bedtime Meditation
  2. Sampo Semakin Berbusa, Rambut makin Bersih?
  3. Kenapa Suara Bising Bisa Menganggu Tidur Kita, ya?
  4. Ngenet Bisa Menurunkan Berat Badan?
  5. Mau Mempercepat Puber? Banyak-banyaklah Makan Daging

Tinggalkan Komentar