Gejala Depresi pada Pria
Lebih dari 5 juta orang di Amerika mengalami gejala depresi setiap tahunnya. Depresi akut, baik itu pada wanita atau pria dapat menyebabkan kesedihan dan kehilangan minat. Namun gejala depresi pada masing-masing orang tersebut berbeda, bisa dibedakan berdasarkan jenis kelamin, umur ataupun jenis pekerjaan.
Sebagai gambaran umum, berikut 12 gejala depresi pada pria:
Kelelahan
Orang yang mengalami depresi mengalami serangkaian perubahan fisik dan emosional. Mereka bisa mengalami kelelahan, serta psikomotor atau perlambatan gerakan fisik, ucapan, dan proses berpikir.
Menurut Josh Klapow, PhD, seorang psikolog klinis di University of Alabama menyebutkan bahwa pria lebih mungkin dibandingkan perempuan untuk melaporkan kelelahan dan gejala fisik depresi lain sebagai keluhan utama mereka.
Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
Masalah tidur-seperti insomnia, bangun sangat awal di pagi hari, atau tidur yang berlebihan adalah gejala depresi pada umumnya. Beberapa orang merasa sudah tidur 12 jam sehari dan masih merasa lelah sepanjang hari.
Seperti kelelahan, kesulitan tidur adalah salah satu gejala depresi utama yang sering dikeluhkan pria dengan dokternya.
Sakit perut atau sakit punggung
Masalah kesehatan seperti sembelit atau diare, serta sakit kepala dan sakit punggung sangat umum dialami oleh orang yang sedang depresi.
Tapi pria sering tidak menyadari bahwa rasa sakit kronis dan gangguan pencernaan tersebut merupakan bagian dari depresi. Padahal menurut ahli, orang yang mengalami depresi sungguh-sungguh merasakan keadaan fisik yang buruk.
Sifat lekas marah
Pria yang mengalami depresi sering menunjukkan tanda-tanda marah. Jika mereka bicara tentang komponen emosional, mereka bisa sedih dengan mudah marah.
Selain itu pikiran negatif adalah aspek umum dari depresi. Pria akan melaporkan jika mereka cepat marah karena mereka memiliki pikiran negatif terus-menerus.
Kesulitan berkonsentrasi
Retardasi psikomotor dapat memperlambat kemampuan pria untuk memproses informasi, sehingga mengganggu konsentrasi pada pekerjaan atau tugas lainnya. Depresi mengisi otak dengan pikiran negatif, hampir seperti penyusup. Aktivitas anda akan melambat dan terus-menerus berpikir tentang hal-hal negatif di dunia Anda. Akibatnya, Anda akan sulit untuk fokus pada apa pun.
Ahli menjelaskan bahwa depresi adalah bentuk kegagalan otak reversible. Ketika Anda tertekan, maka CPU Anda tidak bekerja dengan baik.
Kemarahan atau permusuhan
Beberapa pria memanifestasikan depresi dengan menjadi bermusuhan, marah, atau agresif. Hal ini terlihat pada keinginan seorang pria untuk tetap menunjukan bahwa dia masih kuat dan mampu padahal ia telah menyadari ada sesuatu yang salah.
Kemarahan dan permusuhan berbeda dengan sifat lekas marah. Kemarahan cenderung menyebabkan emosi yang menguat sementara lekas marah merupakan sebuah efek ketersinggungan.
Stres
Kebanyakan pria melaporkan bahwa gejala depresi yang mereka hadapi adalah sebagai stress. Menurut ahli, stress dan depresi merupakan satu jalinan yang erat. Stress bisa merupakan indikator sebuah kondisi depresi yang akut, selain juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan stres dapat menyebabkan perubahan baik dalam tubuh dan otak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan depresi.
Kegelisahan
Penelitian telah menunjukkan hubungan kuat antara gangguan kecemasan dan depresi.
Pria memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami kecemasan dibandingkan wanita, karena gangguan ini memang dua kali lebih umum pada wanita dibandingkan pria. Namun pada kenyataannya pria lebih mudah untuk berbicara tentang perasaan cemas mereka disbanding wanita.
Pria dapat mendiskusikan kekhawatiran tentang pekerjaan dan apakah kehilangan pekerjaan akan menghambat kemampuan mereka untuk menghidupi diri dan keluarga.
Penyalahgunaan zat
Penyalahgunaan zat sering menyertai depresi. Penelitian telah menunjukkan bahwa pecandu alkohol hampir dua kali lebih mungkin menderita depresi besar dibandingkan orang tanpa masalah alcohol.
hal ini bisa terjadi bagi pria dan wanita, tetapi menggunakan obat-obatan atau alkohol untuk menutupi perasaan tidak nyaman adalah strategi yang dilakukan banyak pria.
Disfungsi Seksual
Depresi adalah alasan umum bagi pria untuk kehilangan hasrat dan disfungsi ereksi (DE). Masalah penampilan juga bisa muncul karena depresi dan membuat depresi lebih parah.
Namun, ED dapat menjadi hasil dari kondisi medis lain atau obat (termasuk antidepresan), dan ED sendiri tidak selalu menjadi gejala depresi.
Keraguan
Beberapa orang secara alami memiliki waktu yang sulit untuk membuat keputusan, sehingga ketidakmampuan untuk membuat pilihan ini hanya akan mengkhawatirkan jika menjadi sebuah perilaku yang baru. Ini adalah masalah pengolahan informasi, dan depresi memperlambat kemampuan Anda untuk mengambil keputusan.
Pikiran bunuh diri
Wanita lebih cenderung berusaha bunuh diri, tetapi pria memiliki kemungkinan empat kali lebih besar untuk meninggal jika mereka mencoba bunuh diri. Salah satu alasannya adalah bahwa pria cenderung memilih metode yang lebih mematikan. Mereka lebih sering menggunakan senjata api dan membunuh diri mereka pertama kali mereka mencoba.
Pria yang lebih tua berada pada risiko tertinggi untuk bunuh diri, dan dokter mungkin melewatkan gejala depresi pada kelompok ini. Gejala depresi bukan merupakan bagian normal dari penuaan pada pria atau wanita.
Incoming search terms for the article:
- gejala depresi
- depresi
- pria sedih
- depresi menurut para ahli
- retardasi psikomotor adalah
- depresi pada pria
- foto pria sedih
- gejala depresi pada pria
- gejala stress dan depresi
- sakit kepala pada pria
Related posts:
- 8 Gejala Awal Kehamilan
- Bahaya Obat Pereda Rasa Sakit pada Wanita Hamil
- Tanda dan Gejala Rheumatoid Arthritis
- Beginilah Jadinya Tubuh Anda Kalau kekurangan Tidur
- 7 Jenis Penyakit yang Diawali oleh Kelelahan
- Penyakit Bulimia Nervosa, Penyebab, Gejala, Akibat serta Pengobatan
- Kebiasaan-kebiasaan Buruk untuk Kesehatan Jantung
- Amankah Memberikan Makanan Mentah pada Peliharaan?
- Manfaat Yoga Bagi Kehamilan
; ?>/images/ad468x60.jpg)




Hiii… menakutkan ya,, klo laki2 sedang depresi!!! Apalagi klo sampek kepikiran yang poin terakhir itu. Seremmm….